Perbedaan SPD Class I, II, III: Mana yang Tepat untuk UPS & Ruang Server?
Proteksi lonjakan listrik (surge) kini menjadi bagian wajib dalam instalasi ruang server dan panel UPS. Namun, banyak teknisi, admin IT, dan pemilik usaha masih bingung dalam memilih jenis SPD (Surge Protection Device) yang benar. Kebingungan ini muncul karena SPD dibagi menjadi Class I, Class II, dan Class III, masing-masing memiliki fungsi berbeda berdasarkan standar IEC 61643.
Kesalahan memilih kelas SPD dapat membuat proteksi gagal total, bahkan perangkat sensitif seperti UPS, rectifier, modem, storage atau server tetap bisa rusak walau SPD sudah dipasang. Artikel ini membahas perbedaan, fungsi, dan kombinasi ideal SPD untuk lingkungan server modern.
Apa Itu SPD dan Mengapa Ada Kelas Proteksi?
SPD (Surge Protection Device) adalah alat untuk meredam lonjakan tegangan dari PLN (switching transient), gangguan jaringan, hingga imbas petir tidak langsung. Karena besarnya energi impuls berbeda-beda, standar IEC membagi SPD menjadi tiga kelas:
Class I → Proteksi impuls besar
Class II → Proteksi impuls menengah (umum untuk kantor)
Class III → Proteksi akhir untuk perangkat sangat sensitif
Tujuan pembagian kelas ini adalah agar sistem proteksi berjalan berlapis, selaras dengan konsep LPZ (Lightning Protection Zones).
SPD Class I: Spark Gap untuk Impuls Besar (Sambaran Petir Tidak Langsung)
Apa itu SPD Class I?
SPD kelas ini menggunakan teknologi spark gap, dirancang untuk menahan arus impuls sangat besar hingga puluhan kiloAmpere. Tugas utamanya adalah melindungi struktur bangunan dari lonjakan besar sebelum masuk ke panel utama.
Karakteristik SPD Class I
Menggunakan teknologi Spark Gap (SG).
Dipasang di Panel Utama (LPZ 0 → LPZ 1).
Menahan arus impuls 25 kA – 100 kA (10/350µs).
Diperlukan pada gedung tinggi, area rawan petir, atau instalasi dengan penangkal petir eksternal.
Contoh SPD Class I
LPI SGT50-25, SG60, NE100 (referensi dari SGT series, page 6)
OBO V50-B
ABB OVR T1 Series
Kapan Wajib Menggunakan Class I?
Gedung berada di area petir intens.
Terdapat penangkal petir eksternal (ESE atau konvensional).
Gedung > 3 lantai dengan panel utama di rooftop.
Ringkasannya:
➡ SPD Class I adalah tameng pertama melawan impuls besar.
SPD Class II: MOV-Based untuk Ruang Server & Panel Sub-Distribusi
Apa itu SPD Class II?
SPD yang paling umum digunakan untuk ruang server, gedung kantor, hotel, dan industri kecil-menengah. Menggunakan teknologi MOV (Metal Oxide Varistor).
Karakteristik SPD Class II
Menahan lonjakan 8/20 µs (impuls menengah).
Rating umum: 20–60 kA per fasa.
Dipasang di panel distribusi (LPZ 1 → LPZ 2).
Wajib pada instalasi UPS.
Contoh SPD Class II
LPI SST150B Series (DIN-rail) – page 6
OBO MCD50
ABB OVR T2
Kapan Menggunakan Class II?
Semua ruang server
Kantor dengan perangkat sensitif
Panel UPS
Panel AC, panel CCTV, panel switch jaringan
Ringkasannya:
➡ SPD Class II adalah proteksi utama untuk ruang server & UPS.
SPD Class III: Series Filter untuk Peralatan Sangat Sensitif
Apa itu SPD Class III?
SPD tahap akhir yang meredam lonjakan kecil, noise listrik, dan menjaga kualitas gelombang listrik.
Karakteristik SPD Class III
Menggunakan teknologi series filter.
Dipasang dekat beban (LPZ 2 → LPZ 3).
Melindungi perangkat sensitif dari micro-spike.
Contoh SPD Class III
LPI DLSF Series (page 6)
OBO Line Filter
DehnShield M
Kapan Menggunakan Class III?
Server utama
Storage NAS
Firewall, router core
CCTV NVR
Ringkasannya:
➡ SPD Class III adalah layer finishing agar perangkat sensitif ultra aman.
Tabel Perbedaan SPD Class I vs II vs III
| Karakteristik | Class I | Class II | Class III |
|---|---|---|---|
| Lokasi | Panel utama | Panel distribusi | Dekat beban |
| Teknologi | Spark Gap | MOV | Series Filter |
| Kapasitas impuls | 25–100 kA | 20–60 kA | 5–20 kA |
| Fungsi | Energi besar | Energi menengah | Penyaringan akhir |
| Aplikasi | Gedung besar | Server & UPS | Perangkat sensitif |
H2 – Kombinasi Ideal SPD untuk UPS & Ruang Server
Untuk instalasi ruang server modern, kombinasi berikut dianggap paling ideal:
1. Class I (opsional, untuk gedung besar)
Menghentikan impuls besar dari petir.
2. Class II (wajib)
Melindungi UPS dari spike PLN.
3. Class III (disarankan)
Melindungi server, router, switch, storage.
Contoh alur LPZ yang benar:
Kutipan Ahli
“Koordinasi antara SPD Class I, II, dan III sangat penting untuk memastikan energi impuls turun secara bertahap. Instalasi tanpa kombinasi yang tepat dapat menyebabkan tegangan sisa melebihi batas aman perangkat sensitif.”
— Andrew Cole, Senior Electrical Engineer – LPI Australia
Kesalahan Umum Saat Memilih Kelas SPD
Menggunakan Class III tanpa Class II.
Memilih SPD berdasarkan harga, bukan standar IEC 61643.
Mengira UPS sudah cukup menahan spike (padahal tidak).
Tidak menghitung rating kA berdasarkan risiko lokasi.
Rekomendasi SPD Berdasarkan Kebutuhan
Kantor kecil: Class II
Ruang server: Class II + III
Gedung besar: Class I + II + III
Data center: Full LPZ 0–3 + grounding low impedance
Untuk rekomendasi lebih detail, baca artikel lanjutan:
👉 Rekomendasi SPD Terbaik untuk Ruang Server: LPI vs OBO vs ABB

CTA WhatsApp
Ingin mendapatkan rekomendasi SPD yang cocok untuk panel listrik kantor atau ruang server Anda?
💬 Klik WA sekarang untuk konsultasi GRATIS & penawaran cepat.